SEJARAH

In this page, you’ll get historical data that happened in the world perriodically



Tahun-tahun Penting

570 M—nabi Muhammad SAW lahir

582 M—pertama kali nabi ikut kafilah dagang ke Syria (Syam) dalam usia 12 tahun, yang dipimpin Abu Thalib

595 M—nabi pertama kali menikah dalam usia 25 tahun

605 M—saat usia nabi 35 tahun, beliau sebagai orang yang pertama kali masuk ke Ka’bah melalui pintu Shafa menjadi hakim untuk peletakan Hajar Aswad di tempatnya semula saat selesai perbaikan Ka’bah

611 M—tepatnya 17 Ramadhan, malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama kali

615 M—pada tahun kelima kerasulannya, ia menetapkan Habsyah (Ethiopia) sebagai negeri tempat pengungsian, karena Negus (raja) negeri itu adalah orang yang adil

620 M—tepatnya 3 hari sebelum Khadijah wafat, paman nabi Abu Thalib wafat dalam usia 87 tahun

620 M—Khadijah wafat ketika nabi berusia 50 tahun, sebelumnya beliau tak menikahi seorang perempuan pun

620 M—nabi diisra’ dan dimi’rajkan Allah pada tahun ke-10 kenabian

620 M—beberapa orang suku Khazraj melapor pada nabi bahwa mereka dan suku Aus telah lama bermusuhan serta merindukan perdamaian

622 M—delegasi Yatsrib (10 orang Khazraj, 2 orang suku Aus, dan 1 orang wanita) menyatakan ikrar kesetiaan pada nabi di Aqabah

2 H—terjadi perang Badar, nabi bersama 305 muslim mampu mengalahkan 900-1000 orang Quraisy

3 H—terjadi perang uhud, pasukan Quraisy dengan 3000 pasukan naik unta, 200 pasukan berkuda di bawah pimpinan Khalid bin Walid serta 700 diantaranya memakai baju besi. Nabi menghadang mereka dengan 1000 pasukan, namun baru melewati batas kota, Abdullah bin Ubay dengan 300 orang Yahudi membelot dan kembali ke Madinah. Panghianatan ini diganjar dengan tindakan tegas. Bani Nadlir, satu dari dua suku Yahudi yang berkomplot dengan Abdullah bin Ubay diusir ke luar kota, kebanyakan mengungsi ke Khaibar. Sedangkan, satu suku Yahudi lainnya, Bani Quraidzah, masih tetap di Madinah. Namun akhirnya Bani Quraidzah dihukum berat, hukuman mati setelah penghianatan mereka saat terjadi perang Ahzab/Khandaq yang mana tentara Madinah selama kurang lebih sebulan dikepung tentara gabungan 24.000 orang, termasuk juga Bani Nadlir

6 H—nabi memimpin 1.000 orang muslim ke Mekah untuk melakukan umrah, namun tidak diizinkan ke Mekah dan diadakan perjanjian Hudaybiyyah

7 H—kaum muslim Madinah baru boleh berhaji

8 H—Fath al-Makkah

9 H dan 10 H (630-632 M)—banyak suku dari beberapa kelompok di pelosok Arak mengutus delegasinya kepada nabi menyatakan ketundukkan

10 H (631 M)—nabi melaksanakan haji wada’ dan menyampaikan khutbah yang sangat bersejarah. Isinya antara lain: larangan menumpahkan darah kecuali dengan haq dan larangan mengambil harta orang lain dengan bathil, karena nyawa dan harta benda adalah suci; larangan riba dan larangan menganiaya; perintah untuk memperlakukan istri dengan baik dan lemah lembut dan perintah menjauhi dosa; semua pertengkaran antara mereka di zaman jahiliyyah tidak lagi dibenarkan; persaudaraan dan persamaan di antara manusia harus ditegakkan; hamba sahaya harus diperlakukan dengan baik, mereka makan seperti apa yang dimakan tuannya dan memakai seperti apa yang dipakai tuannya; dan yang terpenting adalah umat Islam harus selalu berpegang kepada 2 sumber yang tidak akan pernah usang, al-Qur’an dan sunnah nabi

650-1250 M—sejarah politik dunia Islam periode klasik

1250-1800 M—sejarah politik dunia Islam periode pertengahan

1800 M-sekarang—sejarah politik dunia Islam periode modern

11 H(632 M)—tepatnya hari senin, tanggal 12 Rabi’ul Awwal/8 Juni, nabi Muhammad Saw. wafat di rumah istrinya A’isyah

634 M—sebelum Abu Bakar meninggal, beliau sempat mengirim Khalid ibn Walid ke Iraq dan ia dapat menguasai al-Hirah

635 M—di zaman Umar, ekspansi pertama terjadi, Ibu Kota Syria, Damaskus jatuh

636 M—setelah tentara Byzantium kalah di pertempuran Yarmuk, seluruh daerah Syria jatuh ke Islam

637 M—al-Qadisiah, sebuah kota dekat Hirah di Iraq, jatuh dan dari sana serangan dilanjutkan ke Ibu kota Persia, al-Mada’in yang jatuh pada tahun itu juga

641 M—Iskandaria, ibu kota Mesir takluk

641 M—Mosul dapat dikuasai

644 M—Umar meninggal terbunuh, ia memerintah selama 10 tahun (13-23 H/634-644 M), ia dibunuh oleh budak Persia bernama Abu Lu’lu’ah

35 H/655 M—Usman terbunuh oleh pemberontak, ia memerintah selama 12 tahun, Armenia, Tunisia, Cyprus, Rhodes, dan bagian yang tersisa dari Persia, Transoxania dan Tabaristan berhasil direbut. Ekspansi Islam pertama berhenti sampai di sini. Ia diangkat dalam usia 70 tahun

40 H (660 M)—tepatnya tanggal 20 Ramadhan, Ali terbunuh oleh salah seorang anggota Khawarij, ia memerintah selama 6 tahun

41 H (661 M)—setelah sempat Hasan menjabat Kholifah, Mu’awiyah (gubernur Damaskus), yang semakin kuat diajak perjanjian damai sehingga dapat mempersatukan kembali umat Islam dalam satu kepemimpinan politik, tahun ini disebut juga ‘Am Jama’ah

661-680 M—kekuasaan Mu’awiyah bin Abi Sufyan

685-705 M—pemerintahan Abd al-Malik bin Marwan

705-715 M—pemerintahan al-Walid bin Abd al-Malik

717-720 M—pemerintahan Umar bin Abd al-Aziz

724-743 M—pemerintahan Hisyam ibn Abd al-Malik kekhalifahan ini merupakan khalifah besar dinasti Umayyah yang berumur sekitar 90 tahun.

711 M—Walid bin Abd al-Malik, masa pemerintahannya merupakan masa kemakmuran dan ketertiban, saat  tahun ini tercatat suatu ekspedisi militer dari Afrika Utara menuju wilayah barat daya, benua Eropa.

659 M—Abd al-Malik bin Marwan mengubah mata uang Byzantium dan Persia yang dipake di daerah-daerah yang dikuasai Islam. Ia mencetak mata uang tersendiri dengan memakai kata-kata dan tulisan Arab.

680 M—Husein ibn Ali pindah dari Mekah ke Kufah atas permintaan golongan Syi’ah yang ada di Irak. Umat Islam di daerah ini tak mengakui  Yazid. Mereka mengangkat Husein sebagai kholifah. Dalam pertempuran yang sangat tak seimbang di Karbela, sebuah daerah dekat Kufah, tentara Husein kalah, dan kepala Husein dipenggal dan dikirim ke Damaskus, sedangkan tubuhnya dikubur di Karbela.

685-687 M—Mukhtar yang masih memberontak mendapat banyak pengikut dari kalangan kaum Mawali (umat Islam bukan Arab), yang berasal dari Persia, Armenia, dan lain-lain yang pada masa Bani Umayah dianggap sebagai warga negara kelas dua. Mukhtar tinggal di Kufah sebagai pemberontak termasyhur dari golongan Syi’ah, akan tetapi ia terbunuh oleh gerakan oposisi lainnya dalam peperangan melawan gerakan Abdullah ibn Zubair. Namun, Ibn Zubair juga tidak berhasil menghentikan gerakan Syî’ah.

73 H (692 M)—Abdullah ibn Zubair terbunuh, ia membina gerakan oposisinya di Mekah setelah dia menolak sumpah setia terhadap Yazid. Akan tetapi, dia baru menyatakan dirinya sebagai khalifah setelah Husein ibn Ali terbunuh. Ibn Zubair terbunuh saat tentara Bani Umayyah yang dipimpin al-Hajjaj bergerak menuju Thaif, kemudian ke Madinah, dan akhirnya meneruskan perjalanan ke Mekah dan menyerbu Ka’bah.

720-724 M—masa kekuasaan kholifah Yazid ibn Abd al-Malik, ia terlalu gandrung pada kemewahan dan kurang memperhatikan kehidupan rakyat.

750 M—daulat Bani Umayyah digulingkan Bani Abbas yang bersekutu dengan Abu Muslim al-Khurasani. Marwan bin Muhammad, khalifah terakhir Bani Umayyah, melarikan diri ke Mesir, ditangkap, dan dibunuh disana.

132-232 H/750-847 M—pemerintahan Bani Abbas periode pengaruh Persia pertama (masa Monarchi).

232-334 H(847 M-945 M)—masa pengaruh Turki pertama.

334-447 H/945-1055 M—masa kekuasaan dinasti Buwaih dalam pemerintahan Abbasiah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua.

447-590 H/1055-1194 M—masa kekuasaan dinasti Bani Seljuk, biasa juga disebut masa pengaruh Turki kedua.

590-656 H/1194-1258 M—masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tapi kekuasaan hanya efektif di sekitar kota Baghdad.

750-754 M—masa pemerintahan Abu al-Abbas, pendiri dinasti Abbasiyah, masa yang sangat singkat.

754-775 M—masa pemerintahan Abu Ja’far al-Manshur,pembina sebenarnya dari daulat Abbasiyah, dia dengan keras menghadapi lawan-lawannya dari Bani Umayyah, Khawarij, dan juga Syi’ah yang merasa dikucilkan dari kekuasaan.

755 M—Abu Muslim al-Khurasani dihukum mati karena Abu Ja’far al-Manshur mengkhawatirkan akan menjadi pesaing baginya, padahal Abu Muslim pernah diutus untuk membunuh Abdullah bin Ali, dan Sholih bin Ali (gubernur Syria dan Mesir), yang mana keduanya tak lain adalah paman dari Abu Ja’far sendiri.

762 M—pemindahan Ibu Kota dari al-Hasyimiah, dekat Kufah ke kota yang baru dibangunnya, Baghdad, dekat bekas Ibu Kota Persia, Ctesiphon. Dengan demikian, pusat pemerintahan dinasti Bani Abbas berada di tengah-tengah bangsa Persia.

756-758 M—al-Manshur merebut benteng-benteng di Asia, kota Malatia, wilayah Coppadocia, dan Cicilia yang berusaha menaklukkan kembali daerah-daerah yang sebelumnya membebaskan diri dari pemerintahan.

758-765 M—khalifah Abu Ja’far al-Manshur berdamai dengan kaisar Constantine V, dan selama genjatan senjata, Byzantium membayar upeti tahunan.

775-785 M—masa pemerintahan al-Mahdi.

775-786 M—masa pemerintahan al-Hadi.

786-809 M—masa pemerintahan Harun al-Rasyid.

813-833 M—masa pemerintahan al-Ma’mun.

833-842 M—masa pemerintahan al-Mu’tashim.

842-847 M—masa pemerintahan al-Wasiq.

847-861 M—masa pemerintahan al-Mutawakkil.

300 H—masa pemerintahan al-Makmun, banyak penerjemahan buku-bukufase kedua bidang kedokteran dan filsafat. Setelah tahun ini (fase ketiga), terutama setelah pembuatan kertas, bidang-bidang ilmu yang diterjemahkan semakin meluas.

700-767 M—masa hidup Imam Abu Hanifah, dalam pendapat-pendapat hukumnya dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di Kuffah, kota yang berada di tengah-tengah kebudayaan Persia yang hidup kemasyarakatannya telah mencapai tingkat kemajuan yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.