<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pojok Ahamughny</title>
	<atom:link href="http://ahamughny.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahamughny.wordpress.com</link>
	<description>Masih Belum Berjudul</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Dec 2011 04:56:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ahamughny.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pojok Ahamughny</title>
		<link>http://ahamughny.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ahamughny.wordpress.com/osd.xml" title="Pojok Ahamughny" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ahamughny.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kepenatan Tingkat Tinggi</title>
		<link>http://ahamughny.wordpress.com/2011/05/12/kepenatan-tingkat-tinggi/</link>
		<comments>http://ahamughny.wordpress.com/2011/05/12/kepenatan-tingkat-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 04:29:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahamughny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Renung]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul Qaadir al-Jaelany]]></category>
		<category><![CDATA[al-hikam]]></category>
		<category><![CDATA[al-Sakandary]]></category>
		<category><![CDATA[best seller]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahamughny.wordpress.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[من علامة الاعتماد على العمل # نقصان الرجاء عند وجود الزلل (Min ‘alaamatil I’timaadi ‘alal ‘amali##nuqshoonur rojaa’I ‘inda wujuudiz zilali) Artinya : Termasuk tanda-tandanya orang yang ketergantungan (al-I’timaad) didalam pekerjaan   adalah hilangnya  harapan ketika adanya  kesalahan—Ibnu ‘Athoo’illah As-Sakandary dalam kitab Al-Hikam—. Oh Allah! Sungguh aku sedang bingung dan bimbang. Dengan serentak, seakan keadaan dunia sekeliling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahamughny.wordpress.com&amp;blog=7787151&amp;post=343&amp;subd=ahamughny&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">من علامة الاعتماد على العمل # نقصان الرجاء عند وجود الزلل</p>
<p align="center">
<p align="center">(<em>Min ‘alaamatil I’timaadi ‘alal ‘amali##nuqshoonur rojaa’I ‘inda wujuudiz zilali</em>)</p>
<p align="center">Artinya : Termasuk tanda-tandanya orang yang ketergantungan (<em>al-I’timaad</em>) didalam pekerjaan   adalah hilangnya  harapan ketika adanya  kesalahan—Ibnu ‘Athoo’illah As-Sakandary dalam kitab Al-Hikam—.</p>
<p>Oh Allah! Sungguh aku sedang bingung dan bimbang. Dengan serentak, seakan keadaan dunia sekeliling seperti telah menuntutku agar menghasilkan uang atau setidaknya aku harus bekerja. Padahal Engkau tahu sendiri bukan bahwa Kau telah membuat pola pikirku seperti ini:<span id="more-343"></span></p>
<ul>
<li>“Bila aku membuat novel ataupun buku, maka aku akan menyesatkan orang yang membacanya. Bagaimana tidak, jika novelku laris bahkan hingga <em>best seller</em>, maka pembacanya akan bercita-cita atau setidaknya berangan-angan menjadi seperti lakon yang saya gambarkan pada novel tersebut. Bukankah segala cita dan harapan pada selain Engkau adalah sia-sia, dan kesia-siaan adalah perbuatan dosa. Dan memang akan binasalah cita-cita itu nantinya, aliasnya percuma. Setidaknya bila nanti ada pembaca novelku yang yang telah berhasil menggapai apa yang ia cita-citakan atas hasil inspirasi dari penggambaran novel tersebut, pastilah ia berseloroh: “Ah, ternyata begini-begini saja jadi orang sukses”. Cita-cita itu seakan sudah tiada arti lagi baginya. Dan memang bukankah hanya bercita Engkaulah yang akan kekal abadi. Cobalah lihat al-Suyuti! Ia akhirnya berusaha membakar ribuan buku karangannya karena memang hasil karyanya seakan menjadi ‘tujuan’ yang terbelokkan”.</li>
<li>Bahwa kebanyakan manusia beranggapan bahwa pangkalnya ‘pandai’ adalah ‘rajin belajar’, sumbernya ‘kaya’ adalah ‘menabung dan bekerja’. Adanya ‘akibat’ adalah karena ada ‘sebab’. Namun hamba yang fakir ini telah berubah oh Tuhanku. Senada dengan kutipan yang dituliskan di awal tulisan ini. Bahwa pandai adalah juga makhluq, begitu pun menabung dan bekerja. Hamba mengakui bahwa sebab utama adalah Engkau, Sang <em>Kholiq.</em> Maka janganlah lagi Kau belokkan hamba dari pelita kepada bayang-bayang belaka!</li>
<li>“Bila aku bekerja membanting tulang demi menumpuk uang, bukankah itu sebuah kerakusan dari dorongan nafsu semata ya Tuhanku. Bukankah aku ini hamba yang sangat lemah, aku belum sanggup memaksimalkan rasa syukurku terhadap apa yang telah Kau berikan di sekitarku. Aku punya kamar, tapi selalu berantakan. Aku punya tas, tapi tas itu hanya tergantung karena tak pernah kupakai. Aku punya baju-baju mahal tapi tak pernah kupakai seakan terabaikan bagai orang yang mengkufuri nikmat-Mu saja. Lihat pulalah pena, kertas-kertas, pembicaraan akal, dan tenaga jari tanganku ini. Kombinasi mereka terabaikan olehku, tak sering lagi ku corat-coret hingga hanya bisa menjadi penganan tikus. Nah, bila aku berangkat bekerja sebagai sebuah rutinitas harian, nanti pekerjaan di rumah pastilah tambah-tambah terbengkalai. Duh Allah! Bukankah hamba sudah terbuat oleh-Mu pula sebagai seorang yang telah ‘tak menginginkan dunia’. Lihatlah pula Sayyidina Muhyiddin ‘Abdul Qadir al-Jaelani yang tak henti-hentinya tetap berusaha memuja-Mu dengan segenap indera, organ, dan sendi-sendinya juga tak pernah merasa sanggup menandingi nikmat yang telah Kau berikan di sekelilingnya. Dia masih merasa kurang bersyukur. Ia tambahkan syukur lagi, ia kaya lagi, ia tambah lagi, ia kaya lagi, ia tambah lagi, ia kaya lagi.</li>
</ul>
<p>Oh Allah! Hamba minta tolong rasa ‘kaya’ ini jangan kau hilangkan lagi ya! Setidaknya hilangkanlah <em>al-I’timaad</em> dalam hatiku ini. Karena aku yakin bila rasa—kebergantungan terhadap makhluk—ini masih ada, maka berarti diri ini kembali menjadi miskin.</p>
<p>12 Maret 2011</p>
<br />Filed under: <a href='http://ahamughny.wordpress.com/category/catatan-lepas/'>Catatan Lepas</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/category/renung/'>Renung</a> Tagged: <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/abdul-qaadir-al-jaelany/'>Abdul Qaadir al-Jaelany</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/al-hikam/'>al-hikam</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/al-sakandary/'>al-Sakandary</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/best-seller/'>best seller</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/novel/'>novel</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahamughny.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahamughny.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahamughny.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahamughny.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahamughny.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahamughny.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahamughny.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahamughny.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahamughny.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahamughny.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahamughny.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahamughny.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahamughny.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahamughny.wordpress.com/343/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahamughny.wordpress.com&amp;blog=7787151&amp;post=343&amp;subd=ahamughny&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahamughny.wordpress.com/2011/05/12/kepenatan-tingkat-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6b0e678095f851b482d50c3692841cc?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahamughny</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2010 in review</title>
		<link>http://ahamughny.wordpress.com/2011/02/03/2010-in-review/</link>
		<comments>http://ahamughny.wordpress.com/2011/02/03/2010-in-review/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Feb 2011 04:55:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahamughny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beda2]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[muktazilah]]></category>
		<category><![CDATA[statistik]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahamughny.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here&#8217;s a high level summary of its overall blog health: The Blog-Health-o-Meter™ reads Fresher than ever. Crunchy numbers A helper monkey made this abstract painting, inspired by your stats. A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahamughny.wordpress.com&amp;blog=7787151&amp;post=334&amp;subd=ahamughny&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here&#8217;s a high level summary of its overall blog health:</p>
<p><img style="border:1px solid #ddd;background:#f5f5f5;padding:20px;" src="http://s0.wp.com/i/annual-recap/meter-healthy3.gif" alt="Healthy blog!" width="250" height="183" /></p>
<p>The <em>Blog-Health-o-Meter™</em> reads Fresher than ever.</p>
<h2>Crunchy numbers</h2>
<p><span id="more-334"></span></p>
<div style="width:288px;float:right;border:1px solid #ddd;background:#fff;margin:0 0 1em 1em;padding:6px;">
<p><img src="http://s0.wp.com/i/annual-recap/abstract-stats-2.png" alt="Featured image" /></p>
<p><em>A helper monkey made this abstract painting, inspired by your stats.</em></p>
</div>
<p>A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers.  This blog was viewed about <strong>4,900</strong> times in 2010.  That&#8217;s about 12 full 747s.</p>
<p>In 2010, there were <strong>24</strong> new posts, growing the total archive of this blog to 40 posts. There were <strong>3</strong> pictures uploaded, taking up a total of 91kb.</p>
<p>The busiest day of the year was November 25th with <strong>45</strong> views. The most popular post that day was <a style="color:#08c;" href="http://ahamughny.wordpress.com/2010/05/07/hadis-sohih-yang-tidak-diamalkan-hadis-menyusui-laki-laki-dewasa1/">Hadis Sohih Yang Tidak Diamalkan: Hadis Menyusui Laki-laki Dewasa[1]</a>.</p>
<h2>Where did they come from?</h2>
<p>The top referring sites in 2010 were <strong>id.wordpress.com</strong>, <strong>search.conduit.com</strong>, <strong>facebook.com</strong>, <strong>google.co.id</strong>, and <strong>obama-scandal-exposed.co.cc</strong>.</p>
<p>Some visitors came searching, mostly for <strong>ahamughny</strong>, <strong>aliran muktazilah</strong>, <strong>aha mughny</strong>, <strong>binatang melata kiamat</strong>, and <strong>semiotika roland barthes</strong>.</p>
<h2>Attractions in 2010</h2>
<p>These are the posts and pages that got the most views in 2010.</p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">1</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://ahamughny.wordpress.com/2010/05/07/hadis-sohih-yang-tidak-diamalkan-hadis-menyusui-laki-laki-dewasa1/">Hadis Sohih Yang Tidak Diamalkan: Hadis Menyusui Laki-laki Dewasa[1]</a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">May 2010</span><br />
6 comments</p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">2</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://ahamughny.wordpress.com/2010/03/08/metode-pengenalan-nama-nama-dan-kuniyah-periwayat-hadits/">METODE PENGENALAN NAMA-NAMA DAN KUNIYAH PERIWAYAT HADITS</a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">March 2010</span></p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">3</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://ahamughny.wordpress.com/2009/08/06/al-quran-dan-muktazilah/">al-Qur&#8217;an dan Muktazilah</a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">August 2009</span></p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">4</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://ahamughny.wordpress.com/2010/04/12/analisis-ayat-ayat-takdir-dalam-semiotik-saussure/">Analisis Ayat-ayat Takdir dalam Semiotik Saussure</a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">April 2010</span><br />
2 comments</p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">5</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://ahamughny.wordpress.com/2010/04/01/tanda-tanda-kiamat/">TANDA-TANDA KIAMAT</a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">April 2010</span><br />
6 comments</p>
<br />Filed under: <a href='http://ahamughny.wordpress.com/category/beda2/'>Beda2</a> Tagged: <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/hadis/'>hadis</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/muktazilah/'>muktazilah</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/statistik/'>statistik</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/wordpress/'>wordpress</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahamughny.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahamughny.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahamughny.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahamughny.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahamughny.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahamughny.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahamughny.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahamughny.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahamughny.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahamughny.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahamughny.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahamughny.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahamughny.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahamughny.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahamughny.wordpress.com&amp;blog=7787151&amp;post=334&amp;subd=ahamughny&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahamughny.wordpress.com/2011/02/03/2010-in-review/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6b0e678095f851b482d50c3692841cc?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahamughny</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s0.wp.com/i/annual-recap/meter-healthy3.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Healthy blog!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s0.wp.com/i/annual-recap/abstract-stats-2.png" medium="image">
			<media:title type="html">Featured image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kata Pengantar</title>
		<link>http://ahamughny.wordpress.com/2010/10/24/kata-pengantar/</link>
		<comments>http://ahamughny.wordpress.com/2010/10/24/kata-pengantar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Oct 2010 07:12:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahamughny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beda2]]></category>
		<category><![CDATA[Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[ribet]]></category>
		<category><![CDATA[skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[SMP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahamughny.wordpress.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdu lillah, segala puji bagi Allah. Tuhan sekalian alam; Tuhan segala hal; Tiada kekuatan pun kecuali atas kehendak-Nya; Yang telah memberikan taufiq-Nya bagi penulis untuk merampungkan skripsi ribet ini; Yang mendorong Kajur seakan ngerjain penulis dengan menolak proposal hingga harus keempat kalinya; Yang mendorong mata penulis tertuju untuk membeli buku merah berjudul Ijtihad Islam Liberal; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahamughny.wordpress.com&amp;blog=7787151&amp;post=323&amp;subd=ahamughny&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Al<span style="text-decoration:underline;">h</span>amdu lillah</em>, segala puji bagi Allah. Tuhan sekalian alam; Tuhan segala hal; Tiada kekuatan pun kecuali atas kehendak-Nya; Yang telah memberikan <em>taufiq</em>-Nya bagi penulis untuk merampungkan skripsi <em>ribet</em> ini; Yang mendorong Kajur seakan <em>ngerjain</em> penulis dengan menolak proposal hingga harus keempat kalinya; Yang mendorong mata penulis tertuju untuk membeli buku merah berjudul <em>Ijtihad Islam Liberal</em>; Yang mempertemukan penulis dengan dosen pembimbing setelah sempat hampir satu bulan tidak bisa bertemu; Yang selalu ‘menguji’ hambanya dengan ‘masalah-masalah’ sakit, kurang dana, jauhnya jarak, dan sebagainya. Oh, sungguh tiada sekutu satu pun bagi-Mu.<span id="more-323"></span></p>
<p>Engkaulah pencipta akal serta segala hal yang membingungkan dan meyakinkannya. Engkaulah pencipta manusia dengan segala tafsiran dan ide-ide kreatifnya. Engkaulah pencipta setan dengan segala pembangkangannya. Engkaulah pencipta dunia dengan segala tempat dan waktu yang melingkupinya.</p>
<p>Solawat serta salam tetap tersanjungkan pada insan paling agung sepanjang zaman, Muhammad Saw. Karena ia, dunia ini ada. Berkat dia, nikmat Islam dan wahyu mampu dirasakan manusia setelahnya. Tak terbayangkan bila harus ada dunia tanpamu karena tiada seorang pun yang akan mampu menyampai dan memberi syafa’at tetapnya ajaran ini hingga hari akhir kecuali engkau, tanpamu, tanpa keluargamu, tanpa sahabatmu, semuanya. Terima kasihku bagimu sekalian.</p>
<p>Penulis begitu berterima kasih pula bagi para guru yang telah sudi mendidik dan mendoakanku. Mbah Muntaha Wonosobo, Abah Ilyas Bogor. Pengajaran kalian semoga bisa penulis lanjutkan.</p>
<p>Juga pada para dosen dan guru-guru di sekolah formalku, yang selama bertahun-tahun dengan sabar memberi waktu mereka demi memberikan sejumlah wacana keislaman, keuniversalan, sosial, dan aqidah. Kepada Bu Faizah yang selalu berupaya dengan ketulusan hati membimbing dan mewarnai pembentukkan skripsi ini di sela-sela kesibukannya, Pak Eva yang sempat membuka secuil celah permasalahan, bagi Pak Yusuf sebagai dosen yang menguji dan memberi tambahan opini dan bagi para dosen lain, nama kalian tak bisa ku tuliskan satu-satu.</p>
<p>Terima kasih pula bagi kedua orang tua penulis. Meski dulu terkadang rasa benci menyelimuti penulis, namun semuanya telah aku sesalkan. Kalian mendidikku dengan pengajaran yang ternyata begitu aku kagumkan. Kerelaan kalianlah kerelaan Tuhan. Semoga anakmu ini mampu menjadi cita-cita kalian.</p>
<p>Terima kasih dan permintaan maaf penulis sampaikan pula bagi mbahku, terkhusus Mbah Jidah, yang mana penulis sempat hidup bersamanya, dengan fakta masa lalu yang kini telah banyak dianggap sebagai dongeng kuno; dengan cerita-cerita Belandanya; dengan kisah Ratu Hernianya, kisah-kisah perjuangan dulu yang juga telah membentukku. Maafku untukmu tak bisa melihat senyum merah mu—senyum ketulusan dari sebuah mulut tua karena <em>nginang—</em>dengan mempersembahkan wisuda pada semester kelima. Tapi di sisi-Nya ku yakin engkau sedang melirikku. Kau telah kembali mendahuluiku pada Pemilikmu. Yang Ia juga Pemilikku.</p>
<p>Terima kasih buat para teman-teman TH-A 2005 yang militant dan berdaya juang tinggi; teman-teman SMA yang dengan sabar mendukungku; teman-teman SMP yang hingga sekarang pun masih banyak setia denganku.</p>
<p>Sahal! Sudah tak membebanikah kau bagi orang-orang di sekitarmu?; Ubay! Telah bermanfaatkah ilmu Ushuluddinmu?; Aqib… aku akeh salah kalih njenengan, tapi jngan sampe donga sing elek nggo aku yo; Maksal… buruan kejar nilaimu! Tidak kasihankah kau pada wanita setulus Susi yang senantiasa sabar membimbingmu?; Omen… gaulilah sekelilingmu! Mereka juga butuh kehangatan dermamu; Ummu… ah! Aku pun sudah tak tahu mesti bilang apa untuk memotivasimu; Ratih… tak perlu lah! Jutaan perubahan menghadang di dunia luar; Hendri! Makasih sudi menemaniku wisuda; Ismail! Salutku padamu yang tak peduli nilai formal demi estetika keindahan; Aini! Semoga langgeng bersama Ipin, ia teman baik bagiku juga; Apis! Entah kenapa ku teringat Raju Rastogi dalam <em>3 Idiots </em>bila melihatmu. Selamat! Kau telah menjadi juara MTQ nasional sekarang; Riski! Silahkan nikmati raisonalitasmu hingga kau menganggap penting artinya sebuah tindakan; Agus! Teruskanlah tindakanmu hingga bisa menikmatkannya pada kenyataan; Izu! Aku sudah tak bisa berkata-kata lagi bila berhadapan denganmu; Izi! Maafkan aku bila punya salah ya!; Mbak Fai! Aku salut padamu; Vina! Pesan namamu tanpa ‘A’ ya! Teman-teman ku semua yang tak sanggup ku sebut satu per satu.</p>
<p>Semuanya! Kuharap kalian terima rasa kasihku ini, semoga tulisan ini mampu menjadi <em>wa<span style="text-decoration:underline;">s</span>ilah</em> rasa banggaku pada kalian, yang telah membantuku sedemikian, sebagai aku, Abdul Hasan Mughni. Sungguh, tak ada salah satu dari kalian, maka tak ada aku seperti sekarang. Sekali lagi, maaf dan terima kasih pada semuanya, berkat perantara kalian semua, insya Allah, diri ini masih diliputi cinta-Nya. Segala puji bagi Tuhan Semesta, Yang Maha Pengasih dan Penyayang, Yang Merajai hari pembalasan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://ahamughny.wordpress.com/category/beda2/'>Beda2</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/category/makalah/'>Makalah</a> Tagged: <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/dongeng/'>dongeng</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/muhammad/'>Muhammad</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/ribet/'>ribet</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/skripsi/'>skripsi</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/smp/'>SMP</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahamughny.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahamughny.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahamughny.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahamughny.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahamughny.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahamughny.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahamughny.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahamughny.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahamughny.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahamughny.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahamughny.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahamughny.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahamughny.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahamughny.wordpress.com/323/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahamughny.wordpress.com&amp;blog=7787151&amp;post=323&amp;subd=ahamughny&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahamughny.wordpress.com/2010/10/24/kata-pengantar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6b0e678095f851b482d50c3692841cc?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahamughny</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuhan Pun Dikebiri</title>
		<link>http://ahamughny.wordpress.com/2010/10/18/tuhan-pun-dikebiri/</link>
		<comments>http://ahamughny.wordpress.com/2010/10/18/tuhan-pun-dikebiri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2010 06:36:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahamughny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[kebiri]]></category>
		<category><![CDATA[masdar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahamughny.wordpress.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Liyasyhadu manâfi’a lahum wa yazkurû isma allah fî ayyâmin ma’lûmât ‘alâ mâ rozaqhum min bahîmat al-an’âm Sebulan sudah gemerlap Piala Dunia 2010 berlangsung. Seperti biasa, gelaran empat tahunan yang cukup menarik perhatia tersebut menjadi pusat perhatian hamper seluruh insane di berbagai pejuru negeri, tak terkecuali di Indonesia. Acara tersebut bagaikan kongres akbar pemersatu lintas bangsa. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahamughny.wordpress.com&amp;blog=7787151&amp;post=316&amp;subd=ahamughny&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Liyasyhadu manâfi’a lahum wa yazkurû isma allah fî ayyâmin ma’lûmât ‘alâ mâ rozaqhum min bahîmat al-an’âm</p>
<p>Sebulan sudah gemerlap Piala Dunia 2010 berlangsung. Seperti biasa, gelaran empat tahunan yang cukup menarik perhatia tersebut menjadi pusat perhatian hamper seluruh insane di berbagai pejuru negeri, tak terkecuali di Indonesia. Acara tersebut bagaikan kongres akbar pemersatu lintas bangsa. Pada hari-hari awal penyelenggaraannya, terlihat di hadapan penlis yang sedang melintasi jalanan kota Jakarta, mulai dari Ciputat—Pasar Rebo—Kp. Rambutan hingga Cikarang sebuah pemandangan yang cukup memberikan image positive bagi penulis. Sebuah pemandangan yang tampak lain dari pada hari-hari sebelmnya. Bila biasanya, penulis melihat wajah suram para karyawan pabrik ataupun buruh pasar, pada saat itu muka-muka mereka tampak bahagia. Sejenak berpikir, penulis rasa mereka bersatu-padu menunggu pertandingan yang akan digelar pada malam harinya.<span id="more-316"></span></p>
<p>Sampai di tujuan sekitar jam 8 malam ternyata benar. Segala jenis pamphlet dan slogan yang menawarkan acara nonton bareng di beberapa swalayan dan café persis sama dengan apa yang penulis lihat di kota Cikarang. Di tengah taman sebuah Indomaret, di situ pun terlihat sebuah layer lebar yang dikelilingi puluhan penonton. Pertandingan pembuka pun digelar. Bila dipikir lebih lanjut, memang dari dahulu sejak Inggris memproklamirkan diri sebagai Negara penemu olahraga tersebut, sepak bola hanya sekedar permainan demi memperbanyak pengusahaan menceploskan bola ke gawang lawan, dengan satu bola dan sebelas pemain, ada dua buah gawang dan tiga orang wasit. Namun dengan segala keunikannya, penonton cuma selalu menunggu hal-hal baru, diantaranya tim manakah yang kali ini jadi juara, siapa yang menjebol jala lawan, dari sudut mana bola tersebut bias berbuah skor, dan seperti menit-menit krusial kapan saja ratusan hingga ribuan orang menjadi menangis histeris dan tertawa girang. Pada perhelaan Piala Dunia kali ini pun telah muncul hal baru tersebut sebagai sejarah, dimana dari awal sejarah dimulainya Piala Dunia sejak 1930, sang tuan rumah pasti lolos ke babak knock-out, namun kali inim Afsel sebagai tuan rumah harus dipaksa mengakui kehebatan Uruguay dan Mexico. Selain itu, sejarah mencatat muncul Negara baru, yaitu Spanyol sebagai juara dunia. Bisa dibilang, Piala Dunia merupakan kongres terbesar di dunia.</p>
<p>Dalam dunia Islam, kongres akbar sendiri terimplementasikan dalam ritual ibadah haji. Hikmah haji sendiri antara lain selain sebagai perdagangan bagi para jamaah dan masyarakat Arab, adalah sebagai pertemuan sesama umat muslim terbesar sekali dalam satu tahun.</p>
<p>Sebagaimana ayat tersebut yang telah dikutip di atas, hal yang paling mendasar bagi penulis sebagai manfa’at haji bukan pada perdagangan, namun pada persatuan umat sedunia yang harus tunduk taat agar terjadi penyatuan sifat-sifat kemanusiaan dengan sifat-sifat ketuhanan.</p>
<p>Al-Husain bin Mansûr al-Hallaj pernah berkata: al-Qidam hanyalah bagi-Nya. Segala yang fisikal adalah penampilan-Nya, yang tampak bendawi menetapkan-Nya, yang piranti mengintegrasikan-Nya kekuatannya berada di genggaman-Nya. Hal-hal yang tersusun waktu, waktulah yang memisahkannya. Dan yang ditegakkan oleh selain-Nya, maka bencanalah yang menyentuhnya.</p>
<p>Bila mengaitkannya dengan persatuan, dari statement kata-kata terakhir di atas dari tokoh Islam al-Hallaj tersebut mengidikasikan bahwa niatan baik pun seperti persatuan antar umat berbagai bangsa dan agama bila tak ditegakkan atas dasar lillahi ta’âlâ, maka akan musnah dan sia-sia.</p>
<p>Sepak bola memang menjanjikan persatuan, tapi bila niat hanya li Argentina atau li Jerman saja, maka bila tim yang dibela tadi kalah pastilah pendukungnya akan merasa terpukul, sedih bukan kepalang, bahkan bias berimbas yang tadinya supporter bersatu padu duduk pada tempat yang sama menjadi terpisah, bertengkar, dan bentrok satu sama lain.</p>
<p>Suatu contoh lain adalah hubungan sepasang kekasih. Bila ada salah satu atau kedua orang yang saling mencintai karena suatu kelebihan seperti kecantikan atau kepandaian orang lain, maka  persatuan yang mungkin pada mulanya bias menyatu akan terjadi konflik dan bahkan timbul perpecahan. Hal-hal diatas dikarenakan cantik, pandai, Argentina, Jerman, lelaki, dan wanita adalah makhluk yang pastinya kan fana’, sedangkan Allah dipercaya sebagai Dzat yang Wujud dan selanjutnya, setiap makhluk diibaratkan berasal dari-Nya dank an kembali kepada-Nya.</p>
<p>Penulis menganalogikan bahwa hubungan Tuhan dan makhluk itu bagaikan tubuh dan sel-sel pembentuknya. Tuhan diibaratkan sebagai tubuh atau organ yang sempurna, sedangkan individu-individu makhluk bagaikan sel-sel yang diharuskan menyatu untuk menjadi Tuhan atau organ tubuh. Bila ada satu atau beberapa sel tadi menginginkan keluar dari sifat selain-Nya, maka sel tadi tidak akan mampu menjadi organ. Orang yang menginginkan untuk menuruti hawa nafsu pasti hancur, orang yang mengikuti otak atau akal saja paastilah gila. Manusia yang ingin hidup terus pasti kan dipaksa mati, dan mayat yang telah mati dalam keadaan kufur pun pasti kan dicuci di neraka, telaga Kautsar dan baru ke surga agar semuanya kembali kepada Dzat yang Suci, Yang Muhît, Yang Samad.</p>
<p>Sebagaimana ritual-ritual ibadah Islam lain, sebenarnya haji juga mengajarkan individu-individu jamaah haji agar mereka merasakan dalam persatuan dan kesatuan pada sesamanya serta ketundukan dan penyatuan pada Ilahnya sebelum mereka meninggal dunia. Namun sebagaimana ibadah-ibadah yang lainnya pula, terkadang haji pun dicampuri unsur-unsur niatan kemanusiaan, baik niatan ketenaran, pembohongan terhadap public, atau niatan-niatan lain yang begitu samar seperti niat saya bias naik haji, padahal sebenarnya yang memberinya nikmat bias berhaji adalah bukan diri individu makhluk itu sendiri karena sesungguhnya nikmat itu adlah karena semata-mata dipaksa Tuhan namun mereka tak merasakan.</p>
<p>Pada era 80-an, seorang tokoh NU, masdar Farid Mas’udi, pernah melontarkan gagasannya bahwa haji bias dilaksanakan dalam 3 bulan, dalam artian …………….. pernyataan yang harusnya mengemuka adalah apakah gagasan tadi lillahi ta’ala atau berasal dari nafsu kemanusiaan belaka. Bila lillahi ta’alâ, maka lakukanlah bahkan sah-sah saja bila barangkali ada seorang yang ingin mencetak sejarah baru dengan menyediakan layer lebar bergambar Ka’bah, padang Arafah di tengah taman di depan Indomaret sengan niatan berhaji asalkan individu tadi mampu niatanlillahi ta’âlâ. Hal tersebut tentu lebih ringanlah biayanya dan ibadah haji akan memecahkan rekor sebagai kongres akbar terbesar di dunia mengalahkan Piala Dunia.</p>
<p>Benang merah bagi penulis sebagaimana haji dari dahulu adalah pekerjaan yang sama, permasalahannya adalah sepak bola, tiap-tiap momennya ada hal yang mampu menyatukan, tapi karena terdapat nafsu kecintaan selain-Nya, ia jadi binasa. Haji pun bila memang dilaksanakan pada waktu yang sama, urutan prosesi rukun dan syaratnya sama, namun bila niatannya adalah selain-Nya, pasti jama’ah yang meninggal kan mati sia-sia karena individu tadi telah menjadikan Tuhan sebagai Dzat yang telah dikebiri, tiada rasa ketuhanan pada diri, seakan hilang dan bila dibiarkan pasti matilah hati nurani.</p>
<br />Filed under: <a href='http://ahamughny.wordpress.com/category/makalah/'>Makalah</a> Tagged: <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/haji/'>haji</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/kebiri/'>kebiri</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/masdar/'>masdar</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahamughny.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahamughny.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahamughny.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahamughny.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahamughny.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahamughny.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahamughny.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahamughny.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahamughny.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahamughny.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahamughny.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahamughny.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahamughny.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahamughny.wordpress.com/316/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahamughny.wordpress.com&amp;blog=7787151&amp;post=316&amp;subd=ahamughny&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahamughny.wordpress.com/2010/10/18/tuhan-pun-dikebiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6b0e678095f851b482d50c3692841cc?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahamughny</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memaknai Lafadz Takdir Berdasarkan Semiotik Roland Barthes</title>
		<link>http://ahamughny.wordpress.com/2010/06/04/memaknai-lafadz-takdir-berdasarkan-semiotik-roland-barthes/</link>
		<comments>http://ahamughny.wordpress.com/2010/06/04/memaknai-lafadz-takdir-berdasarkan-semiotik-roland-barthes/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 14:53:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahamughny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rangkuman]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[denotasi]]></category>
		<category><![CDATA[konotasi]]></category>
		<category><![CDATA[majazi]]></category>
		<category><![CDATA[meta bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Pierce]]></category>
		<category><![CDATA[Roland Barthes]]></category>
		<category><![CDATA[saussure]]></category>
		<category><![CDATA[semiotik]]></category>
		<category><![CDATA[takdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahamughny.wordpress.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[Dari beberapa tokoh semiotik, kiranya memang Roland Barthes-lah yang terlihat lengkap dalam mengungkapkan apa yang terpancar dari proses pemikiriran tentang suatu petanda dibanding tokoh-tokoh lainnya seperti Saussure yang terkesan hanya menggambarkan tentang keterkaitan antara tiga unsur dalam proses pemikiran; dan Pierce yang justru menggambarkan tentang keterkaitan hasil suatu interpretasi dengan interpreter selanjutnya dan iluminasi-iluminasi seterusnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahamughny.wordpress.com&amp;blog=7787151&amp;post=291&amp;subd=ahamughny&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari beberapa tokoh semiotik, kiranya memang Roland Barthes-lah yang terlihat lengkap dalam mengungkapkan apa yang terpancar dari proses pemikiriran tentang suatu petanda dibanding tokoh-tokoh lainnya seperti Saussure yang terkesan hanya menggambarkan tentang keterkaitan antara tiga unsur dalam proses pemikiran; dan Pierce yang justru menggambarkan tentang keterkaitan hasil suatu interpretasi dengan interpreter selanjutnya dan iluminasi-iluminasi seterusnya. Oleh karena itulah penulis di sini berusaha ingin mencontohkan lebih dalam tentang teori yang dikembangkan oleh Roland Barthes tersebut.<span id="more-291"></span></p>
<p>Roland Barthes merupakan seorang penganut Saussure dari Perancis, Gagasan-gagasannya memberi gambaran yang luas. Melalui sejumlah karyanya, ia tidak hanya melanjutkan pemikiran Saussure tentang hubungan bahasa dan makna, pemikirannya justru melampaui Saussure terutama ketika ia menggambarkan tentang makna ideologis dari bahasa yang ia ketengahkan sebagai mitos.</p>
<ol>
<li>Denotasi</li>
</ol>
<p>Dari beberapa pemikirannya yang pertama adalah ia mengungkapkan bahwa suatu kata menunjukkan adanya satu artian kata sebagai maksudnya (ruang lingkup ekspresi sama luasnya dengan content atau makna yang terkandung ). Hal ini disebut dengan makna denotasi.</p>
<ol>
<li>Konotasi</li>
</ol>
<p>Yang dimaksud dengan makna ini adalah suatu lafadz tertentu mempunyai beberapa artian kata. Pada penafsiran ini konten makna lebih luas dari pada ekspresi atau penandanya, Barthes menyebut fenomena ini—membawa tanda dan konotasinya untuk membagi pesan tertentu—sebagai penciptaan mitos. Pengertian mitos di sini tidaklah menunjuk pada mitologi dalam pengertian sehari-hari—seperti halnya cerita-cerita tradisional—melainkan sebuah cara pemaknaan. Pada dasarnya semua hal dapat menjadi mitos; satu mitos timbul untuk sementara waktu dan tenggelam untuk waktu yang lain karena digantikan oleh pelbagai mitos lain. Mitos menjadi pegangan atas tanda-tanda yang hadir dan menciptakan fungsinya sebagai penanda pada tingkatan yang lain.</p>
<p>Mitos oleh karenanya bukanlah tanda yang tak berdosa, netral; melainkan menjadi penanda untuk memainkan pesan-pesan tertentu yang boleh jadi berbeda sama sekali dengan makna asalnya. Kendati demikian, kandungan makna mitologis tidaklah dinilai sebagai sesuatu yang salah (‘mitos’ diperlawankan dengan ‘kebenaran’); cukuplah dikatakan bahwa praktik penandaan seringkali memproduksi mitos. Produksi mitos dalam teks membantu pembaca untuk menggambarkan situasi sosial budaya, mungkin juga politik yang ada disekelilingnya. Bagaimanapun, mitos juga mempunyai dimensi tambahan yang disebut naturalisasi. Melaluinya sistem makna menjadi masuk akal dan diterima apa adanya pada suatu masa, dan mungkin tidak untuk masa yang lain.</p>
<p>Tanda konotatif tidak hanya memiliki makna tambahan, namun juga mengandung kedua bagian tanda denotatif yang melandasi keberadaannya. Tambahan ini merupakan sumbangan Barthes yang amat berharga atas penyempurnaannya terhadap semiologi Saussure, yang hanya berhenti pada penandaan pada lapis pertama atau pada tataran denotatif semata. Dengan membuka wilayah pemaknaan konotatif ini, ‘pembaca’ teks dapat memahami penggunaan gaya bahasa kiasan dan metafora yang itu tidak mungkin dapat dilakukan pada level denotatif.</p>
<p>Sedangkan untuk petanda konotasi, karakternya umum, global dan tersebar sekaligus menghasilkan fragmen ideologis. Berbagai petanda ini memiliki suatu komunikasi yang amat dekat dengan budaya, pengetahuan, sejarah, dan melalui merekalah, demikian dikatakan, dunia yang melingkunginya meng-invasi sistem tersebut. Kita dapat katakan bahwa ideologi adalah suatu form penanda-penanda konotasi, sementara gaya bahasa, majas atau metafora adalah elemen bentuk (form) dari konotator-konotator. Singkatnya, konotasi merupakan aspek bentuk dari tanda, sedangkan mitos adalah muatannya. Penggunaan tanda satu persatu dapat mengurangi kecenderungan “anarkis” penciptaan makna yang tak berkesudahan, di sisi lain, namun keanekaragaman budaya dan perubahan terus-menerus membentuk wilayah petanda konotatif yang bersifat global dan tersebar. Ideologi, secara semiotis, adalah penggunaan makna-makna konotasi tersebut di masyarakat alias makna pada makna tingkat ketiga.</p>
<p>Beroperasinya ideologi melalui semiotika mitos ini dapat ditengarai melalui asosiasi yang melekat dalam bahasa konotatif. Barthes mengatakan penggunaan konotasi dalam teks ini sebagai: penciptaan mitos. Ada banyak mitos yang diciptakan media di sekitar kita, misalnya mitos tentang kecantikan, kejantanan, pembagian peran domestik versus peran publik dan banyak lagi. Mitos ini bermain dalam tingkat bahasa yang oleh Barthes disebutnya ‘adibahasa’ (meta-language). Penanda konotatif menyodorkan makna tambahan, namun juga mengandung kedua bagian tanda denotatif yang melandasi keberadaannya. Dibukanya medan pemaknaan konotatif ini memungkinkan pembaca memaknai bahasa metafor atau majazi yang makanya hanya dapat dipahami pada tataran konotatif. Dalam mitos, hubungan antara penanda dan petanda terjadi secara termotivasi. Pada level denotasi, sebuah penanda tidak menampilkan makna (petanda) yang termotivasi. Motivasi makna justru berlangsung pada level konotasi, seperti penafsiran pada lafadz   <strong>عمي</strong> yang terdiri dari tiga huruf pokok   <strong>ع- م – ي</strong> .</p>
<p>Adakalanya lafadz tersebut berarti tidak bisa melihat karena gelapnya hari dan tidak adanya pelita (digambarkan pada surat al-Baqarah: 18), menunjukkan arti orang yang buta hatinya meskipun tidak buta matanya (pada surat Yunus: 43), menunjukkan bahwa lafadz tersebut merupakan panggilan untuk orang tersesat yang tidak mengakui bahwa al-qur’an itu suatu yang haq (seperti pada surat Ra’d: 19), menunjukkan arti orang yang buta matanya (pada surat al-An’am: 50, dan juga ‘Abasa: 2)</p>
<ol>
<li>Metabahasa</li>
</ol>
<p>Suatu kata, selain bermakna konotasi terkadang juga memberikan ekspresi yang lebih luas dari pada kontennya, yang disebut dengan meta bahasa.</p>
<p>Berikut adalah contoh-contoh ayat tentang takdir yang dianalisis dengan semiotika Roland Barthes:</p>
<p><strong>1) </strong><strong>Surah Al-Zumar ayat 67</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>وما قدروا الله حَقَّ قَدره والأرض جَميعا قبضته يَومَ القِيامة والسماواتُ مَطوِيّات بِيَمينه سُبحانه وتَعالى عَمّا يُشركون</strong></p>
<p><em>Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya<a href="#_ftn1"><strong>[1]</strong></a>. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi dia dari apa yang mereka persekutukan.</em></p>
<p><strong>2) </strong><strong>Surat Al-Hajj ayat 74</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>ما قدروا الله حَقَّ قَدره إنّ الله لقَوِيٌّ عزيز</strong></p>
<p><em>Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.</em></p>
<p><strong>3) </strong><strong>Surat Al-An’am   ayat 91</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>وما قَدروا اللهَ حَقّ قَدره إذ قالوا ما أنزل الله على بَشرٍ مِن شيء قُل مَن أنزَلَ الكِتابَ الّذي جاء به موسى نورا وهُدى للناس تَجعَلونه قراطيس تُبدونَها وتُخفون كَثيرا وعُلّمتُم ما لَم تَعلَموا أنتُم ولا ءاباؤكُم قل الله ثُمّ ذَرهُم فى خَوضهِم يَلعَبون</strong></p>
<p><em>Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: &#8220;Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia&#8221;. Katakanlah: &#8220;Siapakah yang menurunkan Kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan Kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal Telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya) ?&#8221; Katakanlah: &#8220;Allah-lah (yang menurunkannya)&#8221;, Kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya<a href="#_ftn2"><strong>[2]</strong></a>.</em></p>
<p><strong>4) </strong><strong>Surat Al-Mursalat ayat 23</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>فقدرنا فَنِعم القادِرون</strong></p>
<p><em>Lalu kami tentukan (bentuknya), Maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan</em>.</p>
<p><strong>5) </strong><strong>Surat Al-Fajr ayat 16</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>وأمّا إذا ما ابتلاه فقَدَر عَليه رزقَه فَيقول ربّي أهانَن</strong><strong> </strong></p>
<p><em>Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka dia berkata: &#8220;Tuhanku menghinakanku</em>&#8220;<a href="#_ftn3">[3]</a>.</p>
<ul>
<li>Makna denotasi takdir dari contoh ayat diatas adalah segala sesuatu yang ada pada bumi itu ada pada kekuasaan Allah (seperti terlihat pada contoh pertama).</li>
<li>Makna konotasi takdir dari ayat diatas, antara lain:
<ul>
<li>Mengagungkan (dari contoh ayat pertama), hal ini ditunjukkan pada ayat sebelumnya yang menceritakan perbuatan syirik dari kaum kafir Quraisy serta tidak mau menjalani apa yang terdapat dalam kitab-kitab suci.</li>
<li>Mengenal Tuhan (pada contoh ayat kedua), tidak mengenal misalnya seperti yang  telah digambarkan al-Qur’an bagi manusia pada ayat sebelumnya bahwasanya mereka meremehkan Allah dengan mempertanyakan pembuatan-Nya atas lalat, mereka menganggap lalat tiada manfaatnya.</li>
<li>Menghormati (contoh ayat ketiga). Perkataan seperti “Allah tidak menurunkan sesuatu petunjuk pun”, padahal mereka sendiri sebenarnya telah mengetahui bahwa Nabi-nabi sebelum Muhammad juga telah diberi kitab suci menandakan sikap tidak hormat mereka terhadap Tuhan.</li>
<li>Menentukan (contoh ayat keempat), makna ini ditunjukkan pada ayat sebelumnya tentang penciptaan manusia bahwa mereka itu diciptakan dari air mani yang hina lalu ditempatkan pada dinding rahim yang kokoh, serta ditunjukkan juga pada ayat sesudahnya bahwasanya neraka <em>wail</em> itu diperuntukkan bagi yang mendustakan tentang ketentuan.</li>
<li>Membatasi (contoh ketiga), kalimat sebelumnya adalah bila Tuhan menguji tentu takdir berarti membatasi ditambah kata setelahnya berkaitan dengan riski.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>Sedangkan metabahasa dari takdir dalam al-Qur’an, antara lain: <em>takliman, ta’rifan, hisaban, dan lain-lain.</em></li>
</ul>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> <em>ayat Ini menggambarkan kebesaran dan kekuasaan Allah dan Hanya dialah yang berkuasa pada hari kiamat</em><em> </em></p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> perkataan biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya adalah sebagai sindiran kepada mereka, seakan-akan mereka dipandang sebagai kanak-kanak yang belum berakal.</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Maksudnya: ialah Allah menyalahkan orang-orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti yang tersebut pada ayat 15 dan 16. tetapi Sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Tuhan bagi hamba-hamba-Nya.</p>
<br />Filed under: <a href='http://ahamughny.wordpress.com/category/rangkuman/'>Rangkuman</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/category/tafsir/'>Tafsir</a> Tagged: <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/denotasi/'>denotasi</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/konotasi/'>konotasi</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/majazi/'>majazi</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/meta-bahasa/'>meta bahasa</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/pierce/'>Pierce</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/roland-barthes/'>Roland Barthes</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/saussure/'>saussure</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/semiotik/'>semiotik</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/takdir/'>takdir</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahamughny.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahamughny.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahamughny.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahamughny.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahamughny.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahamughny.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahamughny.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahamughny.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahamughny.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahamughny.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahamughny.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahamughny.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahamughny.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahamughny.wordpress.com/291/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahamughny.wordpress.com&amp;blog=7787151&amp;post=291&amp;subd=ahamughny&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahamughny.wordpress.com/2010/06/04/memaknai-lafadz-takdir-berdasarkan-semiotik-roland-barthes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6b0e678095f851b482d50c3692841cc?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahamughny</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8216;Kehendak&#8217; dan &#8216;Keinginan&#8217;</title>
		<link>http://ahamughny.wordpress.com/2010/06/02/kehendak-dan-keinginan/</link>
		<comments>http://ahamughny.wordpress.com/2010/06/02/kehendak-dan-keinginan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 17:25:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahamughny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir]]></category>
		<category><![CDATA['ali]]></category>
		<category><![CDATA[al-manar]]></category>
		<category><![CDATA[keinginan]]></category>
		<category><![CDATA[marh lubaid]]></category>
		<category><![CDATA[sullam taufiq]]></category>
		<category><![CDATA[tanwir al-qulub]]></category>
		<category><![CDATA[tarekat]]></category>
		<category><![CDATA[usul fiqh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahamughny.wordpress.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;وَهُوَ مَعَكُم أيْنَما كُنتُم&#8230; Kira-kira tiga tahun Sihendri belajar di bilik pesantren itu. Tahun pertama ia habiskan hari-harinya dengan hanya berdiam diri, seakan tak punya keinginan. Bagaimana tidak? Wong Kyainya aja ngajarinnya hanya kitab Tanwîr al-Qulûb, Marh Lubaid, Sullam al-Taufîq, ataupun kitab-kitab fiqh ortodoks lain yang mensakralkan segala bentuk simbol. Ditambah lagi penguasa saat-saat itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahamughny.wordpress.com&amp;blog=7787151&amp;post=284&amp;subd=ahamughny&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>&#8230;وَهُوَ مَعَكُم أيْنَما كُنتُم&#8230;</strong></p>
<p><em>Kira-kira tiga tahun Sihendri belajar di bilik pesantren itu. Tahun pertama ia habiskan hari-harinya dengan hanya berdiam diri, seakan tak punya keinginan. Bagaimana tidak? Wong Kyainya aja ngajarinnya hanya kitab Tanwîr al-Qulûb, Mar<span style="text-decoration:underline;">h</span> Lubaid, Sullam al-Taufîq, ataupun kitab-kitab fiqh ortodoks lain yang mensakralkan segala bentuk simbol. Ditambah lagi penguasa saat-saat itu memang telah dikenal dengan kediktatorannya, kesewenang-wenangannya, dan juga kharismanya yang mampu mencipta image seakan penguasalah yang selalu terbaik dan tak tersentuh. Suatu keadaan lingkungan yang membuat pola pikir Sihendri semakin tertutup. Seakan ia tak berkeinginan, tak ada obsesi, tak ada cita, bahkan keindahan senandung lagu-lagu penggugah jiwa pun dianggapnya adalah dari setan sebagai maksiat telinga. Selain Talk Less, Do-nya juga ikut Less. Ia hanya menunggu titah, menunggu kehendak yang dijanjikan Dzat yang katanya Maha Berkehendak.<span id="more-284"></span></em></p>
<p><em>Lambat laun, sistem-otak pikirannya mulai meluluh. Ia mulai beranggapan bahwa larangan yang dipaksakan atau pembatasan terhadap beragam ungkapan itu akan menciptakan peluang bagi penyakit dan patologi. Sebaliknya, mendukung dan mengembangkan keragaman akan menghasilkan kecenderungan alamiah untuk menjadi lebih sehat dan seimbang. Bukankah Tuhan begitu Indah dan mencintai Keindahan?</em></p>
<p><em>Pemahamannya terhadap ajaran-ajaran Kyainya pada tahun kedua semakin membimbingnya menjadi individu mandiri. Pribadinya semakin tumbuh berkembang setelah pemahamannya terhadap Ilmu Usûl al-Fiqh-nya Abdul Wahhab Kholaf mumpuni. Dobrakan pemikirannya mulai terkuak setelah banyak menjumpai nasihat-nasihat dari al-Manâr-nya Muhammad Abduh. Pendapat-pendapatnya pun mulai sering keluar demi mewujudkan anggapanya membela Tuhan. Kedalaman batinnya berkata-kata: “Allah itu tergantung prasangkaku”. Berdetaknya jarum jam kini dirasakannya begitu mencekik, seakan tak boleh disia satu detikpun dengan skeptisitas. “Tuhan tak mengubah nasibku kecuali atas keinginanku sendiri, aku tak mau rugi dengan batasan waktu ini. Tawakkal! Ya. Inilah tawakkal”, lantangnya. Kebodohannya masa lalu harus dibuang jauh-jauh. Waktu-waktu itu pun dicitakannya agar selalu mau berkolaborasi dengan keinginan.</em></p>
<p>Manusia, dengan segala yang dimilikinya memang dipenuhi dengan beragam potensi. Tangan sanggup menulis; kaki sanggup menendang; hidung sanggup membau; lidah sanggup menikmati; kulit sanggup merasa; perasaan sanggup memilih; nafsu sanggup mengingini; hati sanggup berfikir; otak sanggup menampung memori; dan akal sanggup bereksplorasi.</p>
<p>Berkaitan dengan prasangka; entah disukai atau tidak, asumsi dasar kita mempengaruhi kerelaan kita untuk mencoba hal-hal baru. Jika asumsi kita tertutup, kita pun tertutup terhadap eksperimentasi dan inovasi. Inilah kiranya urgensi <em>anâ ‘inda <span style="text-decoration:underline;">z</span>anni ‘abdî bî …</em></p>
<p>Seandainya anda seorang pencuri, kenapa kau tak berani berkenalan dengan Tuhan? Seandainya kau berani merampok dan membunuh, kenapa mengingat Sang Pemilik dunia barang lima kali tiap hari saja kau mesti lari? Kau bilang tak takut siksa-Nya, tapi ternyata rahmat-Nya jua malah kau takuti.</p>
<p>Ada seorang manusia yang sekedar mendahulukan asumsi tanpa akal; ada golongan lain yang lebih mementingkan akal dari pada dunia <em>idea</em>; ada yang mampu menyatukan keduanya; dan ada juga sekelompok yang tak mau tau, tak merasa, serta tak ambil pusing dengan eksistensi keduanya.</p>
<p>Berkaitan dengan akal; menambah jumlah fungsi dalam sistem otak pikiran akan mendatangkan manfaat yang luar biasa. Yang paling menonjol di antaranya adalah pencapaian dalam penghargaan diri dan citra diri. Pencapaian ini menyertai kesadaran bahwa kita memiliki pilihan lebih banyak daripada yang kita ambil kegunaannya. Manfaat besar kedua adalah dalam penyelesaian masalah, orang yang mengetahui adanya lebih banyak pilihan, cenderung lebih peka terhadap pikiran-pikiran unik yang tersedia untuk mereka. Dengan demikian, solusi mereka untuk permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi cenderung lebih awet. Konsep-konsep yang meliputi dan universal inilah yang banyak kita dapati dalam al-Qur’an sebagai ‘kemungkinan-kemungkinan’.</p>
<p>Dalam realitasnya, manusia yang dikarunia akal pastinya dikaruniai juga dengan sistem otak-pikirannya yang memang dirancang untuk mengungkapkan apa yang diketahuinya dengan banyak cara, di sinilah sekiranya asal muasal segala keinginan.</p>
<p>Yang jelas, selama manusia masih hidup, pasti keinginan juga akan terus hidup dalam diri manusia. Keinginan atau—ada juga yang mengistilahkannya sebagai—motivasi merupakan penggerak perilaku. Untuk dapat berjalan, kita tidak hanya membutuhkan kaki sehat, tetapi juga perlu keinginan untuk berjalan. Untuk bicara, kita tidak hanya memerlukan mulut dan lidah, melainkan juga mensyaratkan adanya keinginan bicara. Lebih jauh lagi keinginan untuk menghindar dari adanya sebuah keinginan juga termasuk keinginan. Setidaknya, keinginan itu bisa berupa keinginan untuk tetap hidup. Jadi, kita harus berkeinginan!</p>
<p>Namun demikian, tak dapat dipungkiri bahwa kerusakan dalam hidup manusia  terjadinya juga bermuara dari adanya keinginan-keinginan. Keinginan seseorang yang memonopoli sektor-sektor keuangan menghasilkan krisis; keinginan kaya mendadak tanpa usaha menghasilkan kelaparan; keinginan mengeksploitasi lingkungan alam menghasilkan bencana; keinginan menguasai pihak lain menghasilkan perang; dan keinginan untuk hidup bebas tanpa aturan dapat mendatangkan penyakit.</p>
<p>Keinginan yang tidak terkendali menyeruak tanpa memedulikan situasi dan kondisi lingkungan ataupun diri sendiri, dan bila tidak tercapai kita akan merasa sangat menderita atau frustrasi.</p>
<p>Seseorang juga bisa menjadi sangat kurus dan sakit-sakitan karena tak lepas dari adanya keinginan. Putus asa, khawatir, ragu, takut, sedih, marah, kecewa, merasa menderita, bahkan usaha bunuh diri merupakan sikap yang terjadi bila sebuah keinginan tak terpenuhi.</p>
<p>Di sinilah terlihat bahwa keinginan terbatas oleh kehendak. Lantas apa yang harus diperbuat dengan adanya keinginan?</p>
<p>Sayyidina &#8216;Ali ra. Pernah berkata: “Lapangkanlah hati-hati ini karena sesungguhnya ia akan jenuh sebagaimana halnya tubuh manusia. Sementara nafsu manusia selalu ingin senang, mencari kelapangan, dan sangat mendorong untuk berbuat kejahatan. Jika kamu memaksanya, kamu akan membuatnya tertekan; dan jika kamu membiarkannya, maka kamu pun akan membinasakannya.”</p>
<p>Dalam <em>Spiritual Dimensions of Psychology</em>, Ha<span style="text-decoration:underline;">d</span>rat Inâyat Khân (1882-1927)—pendiri tarekat kesufian di Barat—menyatakan bahwa orang yang setiap saat memaksakan keinginannya, akan sangat cepat tegang dan membuatnya cepat lelah. Keadaannya dapat digambarkan seperti seseorang yang memegang seutas tali, dan dengan keyakinannya dia menggesekkan tali itu pada sisi tajam sebuah batu. Orang yang sering memaksakan keinginan seperti itu lebih sering cepat gagal. Di sinilih pentingnya mempelajari eksistensi kehendak.</p>
<p>Keinginan yang kuat tetapi terkendali dan tidak egoistis, sangat dibutuhkan agar kita mengalami kemajuan serta hidup tenteram bersama orang lain. Keinginan yang terkendalilah yang disebut sebagai kehendak.</p>
<p>Kehidupan yang nyaman, kehidupan yang sejahtera, karya-karya agung umat manusia, perwujudan-perwujudan cinta dan kasih sayang antar manusia, dan sebagainya semuanya dapat terwujud karena adanya keinginan dan kehendak.</p>
<p><em>Berjalannya waktu, Sihendri pun mulai merasa segalanya seakan hendak menjauh. Ketakutan berpisah dengan sang Kyai yang selama ini membimbingnya membuncah luber. Rasa makmur yang selama ini dihasilkan dan dikumpulkannya hancur lebur. Segala keinginan yang digemarinya justru mengutuknya. Kekhawatiran itu pun datang!!! Cucuran air matanya pun menetes perih; isak tangisnya tak bisa dihentikan bagai tarikan gerbong kereta; hingga akhirnya detak jantung pun tak kuasa lagi digentakkan dengan keinginan. Itulah kehendak. Sekarang ia merasa bodoh lagi, bahkan sesalnya kemudian kenapa dulu ia sempat menganggap ia telah pergi jauh dari kebodohan. Oh, apakah juga mungkin saat ini ia sedang bodoh? Apakah sikap khawatir dan takut juga datang dari setan? Oh, sungguh! Sekarang dia bodoh tentang apakah sebenarnya makna bodoh. Yang diingatnya kini hanyalah sebuah puji-pujian dari guru pada tahun ketiganya yang entah kenapa justru selama satu tahun terakhir itu, gurunya hanya mengajari tentang puisi-puisi dan tak pernah mengajari kitab-kitab lagi.</em></p>
<p><em>“Allah PenghadirKu,</em></p>
<p><em> Allah PemerlihatKu,</em></p>
<p><em>Allah Pemersaksi atasKu,</em></p>
<p><em>Allah PenyertaiKu,</em></p>
<p><em>Allah PenolongKu,</em></p>
<p><em>Allah Peliput segala buatKu.”</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ahamughny.wordpress.com/category/catatan-lepas/'>Catatan Lepas</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/category/tafsir/'>Tafsir</a> Tagged: <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/ali/'>'ali</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/al-manar/'>al-manar</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/keinginan/'>keinginan</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/marh-lubaid/'>marh lubaid</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/sullam-taufiq/'>sullam taufiq</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/tanwir-al-qulub/'>tanwir al-qulub</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/tarekat/'>tarekat</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/usul-fiqh/'>usul fiqh</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahamughny.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahamughny.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahamughny.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahamughny.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahamughny.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahamughny.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahamughny.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahamughny.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahamughny.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahamughny.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahamughny.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahamughny.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahamughny.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahamughny.wordpress.com/284/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahamughny.wordpress.com&amp;blog=7787151&amp;post=284&amp;subd=ahamughny&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahamughny.wordpress.com/2010/06/02/kehendak-dan-keinginan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6b0e678095f851b482d50c3692841cc?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahamughny</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teologi Pembebasan Farid Esack</title>
		<link>http://ahamughny.wordpress.com/2010/05/25/teologi-pembebasan-farid-esack/</link>
		<comments>http://ahamughny.wordpress.com/2010/05/25/teologi-pembebasan-farid-esack/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 15:13:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahamughny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rangkuman]]></category>
		<category><![CDATA[Afrika]]></category>
		<category><![CDATA[Call of Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Chistian Institute]]></category>
		<category><![CDATA[Farid Esack]]></category>
		<category><![CDATA[Front]]></category>
		<category><![CDATA[liberalism]]></category>
		<category><![CDATA[pluralisme]]></category>
		<category><![CDATA[progresif]]></category>
		<category><![CDATA[sahara]]></category>
		<category><![CDATA[teologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahamughny.wordpress.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Latar belakang ataupun cakrawala sejarah dari penulis atau penafsir sebuah teks menjadi salah satu faktor yang banyak diperhitungkan oleh para sarjana peneliti  tafsir hadis zaman sekarang. Tak bisa dipungkiri  memang setiap makhluk di dunia ini ‘dipaksa’ beradaptasi dengan lingkungan dan sebaliknya, kondisi sekitar—baik alam maupun makhluk hidup lain—kental membentuk karakter dan mewarnai pola pikir makhluk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahamughny.wordpress.com&amp;blog=7787151&amp;post=273&amp;subd=ahamughny&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Latar belakang ataupun cakrawala sejarah dari penulis atau penafsir sebuah teks menjadi salah satu faktor yang banyak diperhitungkan oleh para sarjana peneliti  tafsir hadis zaman sekarang. Tak bisa dipungkiri  memang setiap makhluk di dunia ini ‘dipaksa’ beradaptasi dengan lingkungan dan sebaliknya, kondisi sekitar—baik alam maupun makhluk hidup lain—kental membentuk karakter dan mewarnai pola pikir makhluk tersebut. Begitu juga apa yang terjadi terhadap Farid Esack, ia tentu membawa gagasan-gagasan yang diwarnai sejarah personal, sosial, dan ideologinya, hingga ia senantiasa mudah tersentuh melihat kapasitas manusia yang seolah tak habis-habisnya untuk menimbulkan ketidakadilan bagi pihak ‘lain’, baik agama, ras, atau pun jenis kelamin.<span id="more-273"></span></p>
<p>Esack menjadi yatim ditinggal ayahnya ketika berusia tiga minggu. Ibunya ditinggal bersama enam anak laki-lakinya, tiga diantaranya dari perkawinan yang sebelumnya. Perkawinan pertama bubar ketika anak ketiganya baru berusia tiga bulan. Farid Esack dibesarkan di Bonteheuwel, sebuah kota untuk orang kulit berwarna di Cape Flats, Afrika Selatan. Mereka dipaksa pindah ke tempat tersebut oleh Akta Wilayah Kelompok (Group Areas Act). Hukum Apartheid tersebut, yang diberlakukan pada 1952, menyisihkan tanah paling tandus di negeri itu bagi orang kulit hitam, keturunan India, dan kulit berwarna. Cukup lama beliau bersekolah tanpa sepatu dan mesti berlari menyebrangi tanah bersalju ke sekolah agar kaki tak sempat membeku. Dan, yang lebih menyakitkan, dia bersama kakak terpaksa berkeliling mengetuk pintu meminta sepotong roti atau mengaduk-aduk tempat sampah demi mencari sisa apel atau yang semacamnya.</p>
<p>Pada 1980-an, di Afrika Selatan, orang kulit putih, yang jumlahnya hanya seperenam total populasi, memperoleh hampir dua pertiga pendapatan nasional, sementara orang kulit hitam, yang berjumlah hampir tiga perempat total populasi, hanya mendapat seperempatnya (Wilson dan Rampehele 1989, h. 20). Jutaan penganggur tidur di mana saja. Mereka tidur dengan perut kosong, bangun tanpa ada yang dapat dimakan. Esok hari mereka pergi mencari kerja. Dan, jika tak mendapatkannya, mereka pun kembali dengan tangan hampa. Ketika pulang, mereka mencari-cari di kotak sampah. Ibu Farid Esack bekerja di pabrik dengan gaji yang amat kecil. Dia berangkat petang dan pulang petang. Masa kecil Farid Esak dijalani sebagai korban Apartheid dan kemiskinan serta beban eksploitasi ekonomi dan patriarki yang cukup membentuk komitmen kekal dalam diri akan rasa keadilan.</p>
<p>Afrika Selatan, sejak dahulu kala dikenal dengan masyarakat multi agama. Suku San merupakan suku pertama yang menempati wilayah tersebut, mereka merupakan pemburu dan pengumpul makanan. Mereka diyakini telah menghuni padang Sahara Afrika sejak hampir 10.000 tahun yang lalu. Disusul oleh suku Khoikhoin, kelompok peternak, sekitar 2.000 tahun lalu. Selama abad-abad pertama era Kristiani, suku Nguni, yang merupakan kelompok pandai besi dan mencari nafkah dari bertani dan beternak sapi, menghuni sebagian daerah ini. Kini kelompok itu mengisi populasi terbesar di wilayah tersebut, dan akhirnya dikenal sebagai apa yang disebut ‘orang Afrika’. Kelompok Khoikhoin yang kini nyaris punah, Nguni, San, dan kelompok asli lainnya diketahui memegang berbagai kepercayaan dan praktik agama. Kedatangan para pemukim Kristen Belanda, budak Muslim, dan pelarian politik dari Indonesia menambah keberagaman ini. Terlebih lagi dengan munculnya kaum Hindu dari India pada penggal kedua abad kesembilan belas, serta orang-orang Yahudi dari Eropa Timur pada awal abad kedua puluh.</p>
<p>Farid Esack yang notabenenya tinggal di Bonteheuwel, tinggal bertetangga kiri-kanan dengan umat Kristen dan di sekolah pun dididik berdasarkan Pendidikan Nasional Kristen, sebuah ideologi keagamaan konservatif yang bertujuan membentuk agama Apartheid yang patuh dan takut kepada tuhan. Kepada para tetangga Kristen itulah keluarga Farid Esack bergantung demi ‘semangkuk gula’, ‘menyambung napas hingga minggu berikutnya’, dan tempat untuk berbagi derita. Kenyataan bahwa penderitaan Esack menjadi terpikulkan berkat solidaritas, kemanusiaan, dan senyum para tetangga Kristen membuat saya curiga pada semua ide keagamaan yang mengklaim keselamatan hanya ada bagi kelompoknya sendiri, dan mengilhami dia dengan kesadaran akan kebaikan intrinsik agama lain. Penerimaan terhadap orang lain ini—yaitu inti dari pluralisme agama—tidak datang begitu saja. Sekalipun sama-sama menderita, mereka masih memegang keyakinan surga eksklusif untuk Kristiani atau Muslim; meski saling berbagi makanan yang bersahaja, mereka memisahkan dan menandai piring dan mangkuk bagi penganut agama yang lain itu.</p>
<p>Namun demikian, penulis di sini pun tidak dengan serta merta menganggap berbagai pola pikir yang dipunyai Farid Esack dan atau yang lainnya—yang berhaluan liberalis, pluralism, kritis, inklusif, praksis-progresif, moderat dan lainnya—adalah berasal dari kehidupan orang-orang tertindas atau terkucilkan yang selalu menghadapi ancaman penggusuran dalam pembangunan masjid atau gereja dari komunitas yang stabil akibat Akta Wilayah Kelompok; masalah agama atau alkohol yang sering kali menjadi faktor lebih utama dari pada kelangsungan hidup dalam lingkungannya;</p>
<p>Meskipun memang diakuinya sendiri bahwa Esack merupakan orang yang sangat religius ketika kecil—bahkan sempat terdorong untuk bergabung dengan Jama’ah Tabligh, sebuah gerakan kebangkitan Muslim internasional, sejak usia Sembilan tahun—namun selanjutnya, ia menemukan kebijaksanaan serta arti sebuah keadilan dari hasil bergaul dengan komunitas non-Islam pada kehidupan berikutnya.</p>
<p>Selain beberapa pengalaman di atas, dia juga pernah ditahan oleh Pasukan Khusus, yang kemudian dikenal sebagai polisi keamanan, lantaran aktivitasnya di Aksi Pemuda Nasional (NYA) dan Asosiasi Cendikiawan Kulit Hitam Afrika Selatan (SABSA), saat dia masih duduk di bangku sekolah. Kedua organisasi ini menuntut perubahan sosial politik secara radikal, bermarkas di gedung Christian Institute sebelum dilarang pada 1973. Setelah menyelesaikan sekolah, dia mendapatkan beasiswa untuk belajar teologi selama delapan tahun di Pakistan, sebagian besar di sebuah institute teramat konservatif yang memandang jelek segala sesuatu yang berbau ‘duniawi’. Ketika dia mulai menyukai Pakistan, latar belakang dia yang berasal dari sebuah kelauarga Muslim dalam situasi minoritas membuat dia prihatin pada pelecehan sosial dan agama atas kaum minoritas Hindu dan Kristen.</p>
<p>Dia kerap mengikuti diskusi yang diadakan oleh Gereja Pelajar Kristen (yang kemudian dinamai Breakthrough) dan menyaksikan bagaimana mereka berusaha memaknai hidup sebagai seorang Kristiani dalam lingkungan yang tak adil dan eksploitatif. Di Pakistan, dia juga menjadi disadarkan akan banyaknya penindasan terhadap wanita di kalangan Muslim dengan penindasan terhadap orang kulit hitam di Afrika Selatan.</p>
<p>Pada 1984, dua tahun setelah kepulangannya ke Afrika, dia memelopori berdirinya <em>Call of Islam</em>. Organisasi ini merupakan afiliasi dari Front Demokrasi Bersatu (UDF) yang didirikan pada 1983 dan merupakan organisasi terbesar untuk kemerdekaan. Banyak penderitaan yang dialami rakyat Afrika Selatan dilakukan atas nama—bahkan terkadang dengan dukungan—kitab suci agama, khususnya Kristen. Sekalipun demikian, penindasan atas rakyat ini berlangsung tanpa dukungan seluruh umat Kristen. Organisasi semacam <em>Christian Institute</em> memperlihatkan bahwa, bahkan di lingkungan Kristen yang mendapat perlakuan istimewa pun, selalu ada suara pembangkang yang meneriakkan keadilan dan hak asasi manusia.</p>
<br />Filed under: <a href='http://ahamughny.wordpress.com/category/rangkuman/'>Rangkuman</a> Tagged: <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/afrika/'>Afrika</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/call-of-islam/'>Call of Islam</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/chistian-institute/'>Chistian Institute</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/farid-esack/'>Farid Esack</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/front/'>Front</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/liberalism/'>liberalism</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/pluralisme/'>pluralisme</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/progresif/'>progresif</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/sahara/'>sahara</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/teologi/'>teologi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahamughny.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahamughny.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahamughny.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahamughny.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahamughny.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahamughny.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahamughny.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahamughny.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahamughny.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahamughny.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahamughny.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahamughny.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahamughny.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahamughny.wordpress.com/273/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahamughny.wordpress.com&amp;blog=7787151&amp;post=273&amp;subd=ahamughny&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahamughny.wordpress.com/2010/05/25/teologi-pembebasan-farid-esack/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6b0e678095f851b482d50c3692841cc?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahamughny</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SALAM</title>
		<link>http://ahamughny.wordpress.com/2010/05/23/salam/</link>
		<comments>http://ahamughny.wordpress.com/2010/05/23/salam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 15:45:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahamughny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beda2]]></category>
		<category><![CDATA[Renung]]></category>
		<category><![CDATA[dzat]]></category>
		<category><![CDATA[jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[solihah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahamughny.wordpress.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Sang jagoan, tegap menantang Mendudukkan langit, Meninggikan lautan Berujar lantang Akulah Aku! Sang mentari trus berlalu Meratakan lawan bak menyapu Kenapa tak kau rusak saja dirimu Padahal badanmu sudah tramat bau Si dungu beramal tak kenal lelah Dikiranya solihah, bagaikan lebah Membiarkan keadaan tetap berubah Oh demi dzat!!! Yang jiwaku dikuasai itu dzat Ku tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahamughny.wordpress.com&amp;blog=7787151&amp;post=269&amp;subd=ahamughny&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sang jagoan, tegap menantang</p>
<p>Mendudukkan langit,</p>
<p>Meninggikan lautan</p>
<p>Berujar lantang</p>
<p>Akulah Aku!</p>
<p>Sang mentari trus berlalu</p>
<p>Meratakan lawan bak menyapu</p>
<p>Kenapa tak kau rusak saja dirimu</p>
<p>Padahal badanmu sudah tramat bau</p>
<p>Si dungu beramal tak kenal lelah</p>
<p>Dikiranya solihah, bagaikan lebah</p>
<p>Membiarkan keadaan tetap berubah</p>
<p>Oh demi dzat!!!</p>
<p>Yang jiwaku dikuasai itu dzat</p>
<p>Ku tak tahu siapa kan selamat</p>
<br />Filed under: <a href='http://ahamughny.wordpress.com/category/beda2/'>Beda2</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/category/renung/'>Renung</a> Tagged: <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/dzat/'>dzat</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/jiwa/'>jiwa</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/solihah/'>solihah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahamughny.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahamughny.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahamughny.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahamughny.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahamughny.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahamughny.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahamughny.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahamughny.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahamughny.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahamughny.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahamughny.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahamughny.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahamughny.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahamughny.wordpress.com/269/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahamughny.wordpress.com&amp;blog=7787151&amp;post=269&amp;subd=ahamughny&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahamughny.wordpress.com/2010/05/23/salam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6b0e678095f851b482d50c3692841cc?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahamughny</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadis Sohih Yang Tidak Diamalkan: Hadis Menyusui Laki-laki Dewasa[1]</title>
		<link>http://ahamughny.wordpress.com/2010/05/07/hadis-sohih-yang-tidak-diamalkan-hadis-menyusui-laki-laki-dewasa1/</link>
		<comments>http://ahamughny.wordpress.com/2010/05/07/hadis-sohih-yang-tidak-diamalkan-hadis-menyusui-laki-laki-dewasa1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 14:25:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahamughny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[bil ma'na]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[didiamkan]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[MUNTAHA]]></category>
		<category><![CDATA[sohih]]></category>
		<category><![CDATA[tawaquf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahamughny.wordpress.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Memahami makna dari suatu matan hadis relatif tidak mudah. Sehingga membutuhkan keseriusan untuk menganalisanya, hadis yang merupakan redaksi berita dari empat belas abad yang silam kemudian dibawa oleh rangkaian orang pembawa berita (rawî) yang sangat panjang dari satu generasi ke generasi sangat memungkinkan adanya kesalahan, ini disebabkan ditolelirnya meriwayatkan hadis asal mempertahankan inti konsep (riwâyah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahamughny.wordpress.com&amp;blog=7787151&amp;post=262&amp;subd=ahamughny&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memahami makna dari suatu matan hadis relatif tidak mudah. Sehingga membutuhkan keseriusan untuk menganalisanya, hadis yang merupakan redaksi berita dari empat belas abad yang silam kemudian dibawa oleh rangkaian orang pembawa berita <em>(rawî) </em>yang sangat panjang dari satu generasi ke generasi sangat memungkinkan adanya kesalahan, ini disebabkan ditolelirnya meriwayatkan hadis asal mempertahankan inti konsep <em>(riwâyah bi al-ma’na) </em>telah menjadikan keragaman teks matan hadis.<a href="#_ftn2">[2]</a><span id="more-262"></span></p>
<p>Oleh sebab itu para ulama melakukan kritik keotentikan hadis. Selain kritik sanad, para ulama menggunakan juga kritik matan. Pelaksanaan kritik matan hadis pada tataran teori mudah tercapai persamaan pendapat, akan tetapi pada praktek penerapan secara parsial, hadis demi hadis, hampir pasti terjadi perbedaan hasil penilaian. Kesenjangan hasil verifikasi itu semakin mencolok apabila menimpa matan hadis yang telah ditetapkan ke<span style="text-decoration:underline;">s</span>a<span style="text-decoration:underline;">h</span>î<span style="text-decoration:underline;">h</span>annya.<a href="#_ftn3">[3]</a> Sehingga hadis <span style="text-decoration:underline;">s</span>a<span style="text-decoration:underline;">h</span>î<span style="text-decoration:underline;">h</span> yang seharusnya <em>ma’mulun bih </em>di-<em>tawaquf-</em>kan (tidak diamalkan).</p>
<p>Sebagai contoh dalam kitab <em>Sunan al-Tirmidzî</em>, seperti yang dijelaskan oleh penulisnya Abû ‘Isa al-Tirmidzî, hadis-hadis dalam kitabnya ini telah diamalkan oleh <em>fuqahâ, </em>yaitu ulama <span style="text-decoration:underline;">H</span>ijâz, ‘Irâq, Khurasân, dan daerah lain, kecuali dua hadis mengenai Nabi Saw. menjama shalat <span style="text-decoration:underline;">z</span>uhur<em> </em>dan ‘Ashar, Maghrîb dan ‘Isyâ tanpa ada sebab, serta hadis mengenai peminum <em>khamar</em>, bagi yang mengulangi perbuatan yang keempat, dihukum dengan hukuman mati.<a href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p>Salah satu di antara hadis yang mengalami polemik dari segi matan adalah hadis mengenai menyusui laki-laki dewasa. ‘Aisyah berpendapat bahwa hadis ini dijadikan ketetapan ke-<em>ma<span style="text-decoration:underline;">h</span>ram</em>-an seorang laki-laki dewasa terhadap wanita susunya seperti halnya pada bayi, namun mayoritas ulama dari kalangan sahabat, tabi’in menolak pendapat itu karena ke-<em>ma<span style="text-decoration:underline;">h</span>ram</em>-an hanya terjadi pada anak yang berumur dibawah dua tahun.<a href="#_ftn5">[5]</a> Hadis ini diriwayatkan &#8216;Aisah ra. dikatakan bahwa Sa<span style="text-decoration:underline;">h</span>lah binti Suhail atas perintah Nabi Saw. menyusui Salim (laki-laki dewasa) supaya menjadi <em>ma<span style="text-decoration:underline;">h</span>ram</em>-nya. Hadis ini dijadikan dalil keluarnya fatwa kontroversial di Mesir, tentang kebolehan menyusui laki-laki dewasa untuk menghindari khalwat (berdua-duaan) diruangan kantor. Fatwa ini keluar dari Izzat A<span style="text-decoration:underline;">t</span>iyah ketua Bidang Hadis dan ‘Ulum al- Qur’an di fakultas Usuluddin di Universitas al-Azhar, ia berfatwa bahwa dengan memberikan susunya, seorang wanita dan pria dapat menjadi <em>ma<span style="text-decoration:underline;">h</span>ram</em> dengan syarat di tempat yang hanya mereka yang memiliki kuncinya.</p>
<p>Tentunya fatwa di atas mendapat reaksi keras dari ulama-ulama di Mesir, sehingga Sayyid Thantawi Syeikh al-Azhar sekaligus sebagai ketua Dewan Tinggi al-Azhar mengeluarkan sebuah keputusan penting terhadap Izzat A<span style="text-decoration:underline;">t</span>iyah dengan menonaktifkannya dalam aktivitas mengajar selaku Ketua Bidang Hadis di Fakultas U<span style="text-decoration:underline;">s</span>uluddin. Selanjutnya Universitas al-Azhar membentuk sebuah tim khusus yang dipimpin oleh A<span style="text-decoration:underline;">h</span>mad ‘Umar <span style="text-decoration:underline;">H</span>asyim mantan Ketua Bidang Hadis Fakultas U<span style="text-decoration:underline;">s</span>uluddin. Dalam tim khusus ini terdiri dari unsur dosen Hadis al-Azhar menjadi anggotanya. Tujuan pembentukan tim ini untuk melihat kembali fatwa Izzat A<span style="text-decoration:underline;">t</span>iyah.<a href="#_ftn6">[6]</a></p>
<p>Hadis yang telah ditetapkan ke<span style="text-decoration:underline;">s</span>a<span style="text-decoration:underline;">h</span>î<span style="text-decoration:underline;">h</span>annya seharusnya <em>ma&#8217;mulun bih </em>(bisa diamalkan), namun pada kasus ini Ibn Abdul Bar, al-Dârimî<a href="#_ftn7">[7]</a>, serta mayoritas ulama men-<em>tawaquf-</em>kan hadis ini (tidak diamalkan selamanya).<a href="#_ftn8">[8]</a> Perlu diketahui pula, memang ada juga hadis-hadis <span style="text-decoration:underline;">s</span>a<span style="text-decoration:underline;">h</span>î<span style="text-decoration:underline;">h</span> yang tidak amalkan sebagai penguat bahwa pen-<em>tawaquf</em>-an hadis <span style="text-decoration:underline;">s</span>a<span style="text-decoration:underline;">h</span>î<span style="text-decoration:underline;">h</span> bukan hanya satu kasus saja. Bagaimanakah dengan pendapat anda sendiri?</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Ditulis oleh Agus Gunawan, ketua Komunitas Tafsir Hadis Indonesia (MUNTAHA Indonesia) pada kajian saung “GUCI”, Ciputat.</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Al-Jawâbî, <em>Juhûd al-Muhadditsîn fî Naqd Matn al-<span style="text-decoration:underline;">H</span>adîts al-Nabawî al-Syarîf, </em>(tk. Muassasât al-Karî bin ‘Abdillah, tt.),  hal. 19, Umma Farida, “Metode Komparasi antara Hadis dan al-Qur’an: Telaah atas  Pemikiran Jamâl al-Bana tentang Kritik Matan” (Tesis  S2 Program Pasca Sarjana,UIN Syarif Hidayatullah  Jakarta, 2005), h. 13.</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a>Hasjim Abbas, <em>Kritik Matan Hadis, </em>(Yogyakarta: Teras, 2004), cet. I, h. 4.</p>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad bin ‘Isa Abû ‘Isa al-Tirmidzî, <em>Sunan al-Tirmidzî, </em>(Beirut: Dâr al-Fikr, 2003), cet. I, j. 1, h. 55. Abû Zakariya Yahya Al-Nawawî, Sahîh Muslim bisyarh al-Nawawî, (Kairo: Dâr al-Hadîts, 2001),cet. IV, j. 3, h. 235</p>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> Abû Zakariya Yahya Al-Nawawî, Sahîh Muslim bisyarh al-Nawawî, (Kairo: Dâr al-Hadîts, 2001),cet. IV, j. 5, h. 289</p>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a>http://zahrulaneukaceh.multiply.com/journal/item/83/Fatwa_Fatwa_Aneh_di_Negeri_Para_Nabi, dimbil 14 Maret 2009 pukul 15.38 WIB</p>
<p><a href="#_ftnref7">[7]</a> Al-Dârimî dalam sunannya berkomentar hadis ini khusus bagi Salim. ‘Abdullah bin ‘Abd al-Ra<span style="text-decoration:underline;">h</span>man Abû Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad al-Dârimi, <em>Sunan al-Dârimi, </em>(Beirut: Dâr al-Kutub, 1407 H), j. 2, hal. 210</p>
<p><a href="#_ftnref8">[8]</a> Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad bin ‘Abd al-Bâqi bin Yusuf al-Zurqânî, <em>Syarh al-Zurqânî ‘ala Muwatha&#8217; Mâlik</em>, (Kaira: Dar al-Hadits, 2006),  j. 3, h. 293</p>
<br />Filed under: <a href='http://ahamughny.wordpress.com/category/makalah/'>Makalah</a> Tagged: <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/bil-mana/'>bil ma'na</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/dewasa/'>dewasa</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/didiamkan/'>didiamkan</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/hadis/'>hadis</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/menyusui/'>menyusui</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/muntaha/'>MUNTAHA</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/sohih/'>sohih</a>, <a href='http://ahamughny.wordpress.com/tag/tawaquf/'>tawaquf</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahamughny.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahamughny.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahamughny.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahamughny.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahamughny.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahamughny.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahamughny.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahamughny.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahamughny.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahamughny.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahamughny.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahamughny.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahamughny.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahamughny.wordpress.com/262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahamughny.wordpress.com&amp;blog=7787151&amp;post=262&amp;subd=ahamughny&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahamughny.wordpress.com/2010/05/07/hadis-sohih-yang-tidak-diamalkan-hadis-menyusui-laki-laki-dewasa1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6b0e678095f851b482d50c3692841cc?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahamughny</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
