Dalam kajian Ilmu Rijalul Hadits ada dua kajian penting, yaitu Ilmu Târîkh Al-Ruwat dan Ilmu Al-Jarhu wa Al-Ta’dil. Sedangkan pengertian Ilmu Tarikh Ar-Ruwat sendiri adalah suatu ilmu yang mencoba mengenal para perawi hadits dari aspek yang berkaitan dengan periwayatan mereka terhadap hadits tersebut.
Jadi ia mencakup penjelasan para perawi, sejarah kelahiran perawi, wafatnya, guru-gurunya, sejarah mendengarnya (belajarnya) dari mereka, perjalanan-perjalanan iilmiah yang mereka lakukan, sejarah kedatangannya ke negeri-negeri yang berbeda-beda, masa belajarnya sebelum ataupun sesudah mengalami kekacauan pikiran dan penjaelasan-penjalasan lain yang memiliki kaitan erat dengan persoalan-persoalan hadits.
Bersamaan tumbuhnya periwayatan dalam Islam, tumbuh pulalah ilmu ini. Ulama’ memberikan perhatian serius terhadapnya agar mereka mengetahuui tokoh-tokoh yang ada dalam sanad. Ulama’ akan menanyakan umur para perawi, tempat mereka, sejarah belajar mereka disamping bertanya pada mereka sendiri. Hal itu dilakukan tidak lain demi mengetahui keshahihan sima’ yang dikatakan oleh perawi dan diantaranya demi mengetahui sanad-sanad yang muttashil dari yang terputus, dan yang mursal dari yang marfu’.
Sebagaimana diketahui bahwa sejarah itu merupakan suatu hal yang sangat esensi dalam mengungkapkan kebenaran, maka para ulama’ juga menggunakannya dalam menghadapi para pendusta. Sufyan al-Tsaury mengatakan; “Sewaktu para perawi menggunakan kedustaan, maka kami menggunakan sejarah untuk melawan mereka.” Salah satu hasil semangat ilmiah itu adalah terhimpunnya koleksi-koleksi besar yang berisi biogrfi dan informasi para lengkap tentang para perawi. Mereka menjaga semua itu dalam karya-karya mereka. Lalu mereka menyyusun karya tentang para sahabat , keadaan mereka, perang-perang, kabilah-kabilah,dan sejumlah hadits yang mereka riwayatkan. Mereka memberikan perhatian yang sanga besar, sampai masa kodifikasi. Buahnya kita bisa menyaksikan banyak karya yang memuat informasi tentang para sahabat dan hal-ihwal mereka. Disamping itu juga banyak karya-karya lain yang memuat tabi’in, tabi’ittabi’in, dan ahli-ahli ilmu sesudah mereka.
Beberapa metode yang digunakan para ulama dalam menyusun karya-karya mereka tentang sejarah para perawi sangat beragam. Diantaranya adalah.
Penyusunan berdasarkan tingkatan-tingkatan (thabaqat)
Para ulama’ akan membahas keadaan para perawi tingkat demi tingka, atau dari generasi ke generasi. Satu tingkatannya mencerminkan sejumlah perawi yang hidup dalam masa yang hamper bersamaan. Kitab kitab thabaqat terkemuka diantaranya; ath-Thabaqat al-Kubra karya Muhammad ibn Sa’ad (168-230 H) dan Thabaqat ar-Ruwat karya Khalifah ibn Khayyath al-‘Ushfuriy (-240 H).
Penyusunan berdasarkan tahun
Mereka menyabut tahun wafat seorang perawi, lalu menybut biografinya, dan berita-berita lain tentang perwi itu. Ini jelas tampak dalam Tarikh al-Islam karya adz-Dzahabiy.
Penyusunan secara alfabetis nama para perawi
Jenis semacam ini mempermudah bagi kita untuk melakukan proses penelitian.. dari jenis ini, yang mula-mula sampai ke tangan kita adalah at-Tarikh al-Kabir karya Imam Muhammad ibn Isma’il al-Bukhariy (194-256H).
Karya terlengkap tentang sejarah para perawi hadits adalah kitab Tahdzib at-Tahdzib karya al-Hafidz Syihabuddinabu al-Fadhl ahmad ibn Ali (Ibnu Hajar) al-Asqalany (773-852 H). kitab ini telah dicetak di India pada tahun (1325-1327 H) dalam dua belas jilid.
Tidak hanya menyebutkan sejarah dan tempat tinggal para perwi saja, tetapi juga para ulama’ menyusun karya-karya tentang nama-nama asli para perawi, nama laqab (julukan) nama nisbat mareka, nama-nama kuniyah dan nama-nama nisbat, saudara-saudara laki-laki maupun perempuan, usia-usia sahabat,tabi’in maupun yang lain, nama-nama yang musytabih dan karya-karya lain mengindikasikan perhatian serius mereka terhadap ilmu ini, disamping menunjakkan kehandalan mereka dalam bidang ini.
Beberapa kitab tentang nama-nama asli dan kuniyah terkemuka antara lain al-Asamy wa al-Kuna karya Ali ibn Abdillah al-Madiny (161-234 H). yang terlengkap adalah kitab al-Kuna wa al_Asma’ al Asma’ karya Abu Bisyr Muhammad ibn Ahmadad-Daulaby (234-320 H), dan kitab al-Ikmal fi Raf’’ al-Irtiyab ‘an al-Mu’talif wa al-Mukhtalif min al-Asma wa al-Kuna wa al-Ansab, karya al-Amir al-Hafidz Abu Nashr Ali ibn Hitabullah (Ibn Ma’kula) al-Baghdady 421-486 H), yang merupakan kitab yang sangat berharga yang disusun setelah penulisnyja telah menelaah kitab-kitab sebelumnya.
Kitab tentang nama-nama para perawi musytabih yang paling lengkapadalah kitab al-Musytabih fi Asma’ al-Rijal karya al-Hafidz Muhammad ibn Ahmad ibn Utsman adz-Dzahaby (673-748 H).
Kitab tentang nama-nama julukan para perawi yang paling lengkap adalah kitab Nuzlah al-Adab fi al-Alqab karya al-Hafidz Ahmad ibn Ali (Ibnu Hajar) al-Asqalany (773-852 H)
Karya tentang nisbat yang paling lengkap adalah al-Ansab karya Taj al-Islam Abdlu Karim ibn Muhammad as-Sam’any (506-562 H), yang disusun secara alfabetis,dan kitab al-Lubb yang terdiri dari tiga jilid karya Ali ibn Muhammad asy-syaibany al-Jazary (555-630 H). dalam kitab terakhir ini, penyusun meringkas kitab al-Ansab milik as-Sam’any dengan sedikit tambahan. Kitab ini dicetak dalam tiga jilid di Mesir pada tahun (1356-!359 H).

Posted by 2010 in review « Pojok Ahamughny on Februari 3, 2011 at 04:55
[...] METODE PENGENALAN NAMA-NAMA DAN KUNIYAH PERIWAYAT HADITS March 2010 3 [...]
Posted by ahamughny on Februari 3, 2011 at 05:09
thank’s
Posted by rahman subha on September 26, 2011 at 12:46
kLu bsa di buatkan program tuk menentukan nama kuniyyah seseorng …….. dng mengetik nama pada layar lalu enter maka sng otomatis muncul nama kuniyyah kita .
Posted by ismail on Desember 2, 2011 at 06:59
tingkatkan lg,, ini adalah sumbangan yang sangat berharga buat para penuntui ilmu, tertama dalam bidang hadits
Posted by ahamughny on Desember 7, 2011 at 04:56
amiin…doakan biar istikomah