Agaknya begitu subyektif bila dikatakan bahwa para pelaku teroris—begitu juga dengan para pendukung aliran Islam keras—belum tahu benar tentang universalitas Islam. Namun demikian, adanya pandangan menolak mentah-mentah pemikiran rasionalisme, kebebasan, pluralisme, dan kemajemukan sebagai inti modernisme seakan menguatkan pernyataan di atas. Lebih-lebih bila penolakan tersebut tanpa disertai adanya usaha untuk menerima dan memahami terlebih dahulu. [...]
